Termenung,
terdiam, terasa hening di keramaian malam,, setetes demi setetes embun telah
berjatuhan,
Apa yang terjadi
padamu gadis muda yang malang,,
Dari
siang tadi selalu mengurung diri, segala kegiatan telah berulang, hanya di
tempat itu itu saja, tidak kah merasa bosan dengan itu, hanya wajah yang penuh
embun yang kau pancarkan,,
Sekali lagi,ada apa
dengan mu saat in?
Sedari
tadi kau hanya diam membisu, tak satupun kata yang kau lontarkan, hanya ada
embun bening yang membasahi, katakanlah ada apa dengan mu,,
Bahkan
secuil makanan pun belum pernha mengisi perutmu yang kosong itu, makanlah walau
sedikit,, kamu butuh makan,, wajah mu mulai pucat dan basah lantas kering oleh
air mata,,
Lambung
mu telah merintih kesakitan, ia telah merasakan perih yang amat sangat.
Lihatlah dan perhatikan dirimu,, ku tau kamu telah kesakitan, ku tau kamu telah
lapar, tapi entah apa yang membuatmu enggan membuka mulut untuk sesuap nasi
yang akan mengubah raut wajahmu yang sungguh sangat lesuh, putih pucat dan
tidak bergairah,,,,
,,,,
Air
mata itu selalu saja membasahi pipimu,, jemarimu telah bergetar,telah dingin
tubuhmu,, terdegar suara rintihan perutmu, namun sepertinya kau tidak peduli
akan itu,,,
Kini
malam telah menyapa, kau masih saja bertahan disitu,, masih dengan posisi yang
sama,,
Waktu
telah berlalu dan meninggalkan mu,, dan kau masih berada di tempat yang sama
dengan embun yang masih setia membasahi pipi itu,,
Sudahlah,,
Tidakkah
kau berniat untuk mencicipi keadaan di luar sana, agar sedikit mengurangi sakit
yang kau rasakan saat ini, sakit yang enatah kapan pulih ,,
Cobalah
untuk menyapa, cobalah untuk tersenyum,, pergilah bersama mereka yang akan
membuatmu bahagia,,
Tidak kah kau
tertarik akan itu, , ,
,,,
Kini malam mulai
larut,, dan kamu masih di posisi yang sama,,
Berhentilah
menuliskan keluahan mu itu, berhentilah menuliskan kesedihan mu,, tangan mu
telah lelah, kau tak akan sekuat sebelumnya tanpa nutrisi,,
Kenapa
kau hanya diam dan terus menulis,, tidak, tidak, tidak, tidak ada lagi kata
yang akan ku ucapakan,, kau hanya diam diam diam,,
Sungguh,,
Kau
tak lagi peduli dengan dirimu sendiri, berhentilah,, ku mhon berhentilah,,
istirahatlah,, kini telah larut tidak kah kau lelah,,?
Berhentilah,,
Berhentilah,,
Baik, ku hentikan.!
Hanya
itu,? Hanya itu kata yang kau lontarkan, setelah beberapa jam kau diam membisu,
sungguh kau menyakitkan, lihatlah dirimu ini,,
Pelipis
mu telah hitam menahan kantuk, air mata mu telah kering,,, apa yang kau
inginkan,, tidakkah kau kasihan dengan dirimu,,?
Aku leleh, diamlah.!
Tidurlah, mimpilah
yang indah agar kau berbahagia esok hari,, tidurlah,,
Tidurlah,,
Walau
ku tau kau lapar, ku tau kau merasa sakit yang amat sangat, ku tau itu, ku
khawatir melihatmu, namun betapapun tidurlah semoga kau merasa tenang.
Rembulan
telah padam,,
Parepare,
21 Mei 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar