Sabtu, 18 Oktober 2014

Di Balik Diam


Termenung, terdiam, terasa hening di keramaian malam,, setetes demi setetes embun telah berjatuhan,
Apa yang terjadi padamu gadis muda yang malang,,
Dari siang tadi selalu mengurung diri, segala kegiatan telah berulang, hanya di tempat itu itu saja, tidak kah merasa bosan dengan itu, hanya wajah yang penuh embun yang kau pancarkan,,
Sekali lagi,ada apa dengan mu saat in?
Sedari tadi kau hanya diam membisu, tak satupun kata yang kau lontarkan, hanya ada embun bening yang membasahi, katakanlah ada apa dengan mu,,
Bahkan secuil makanan pun belum pernha mengisi perutmu yang kosong itu, makanlah walau sedikit,, kamu butuh makan,, wajah mu mulai pucat dan basah lantas kering oleh air mata,,
Lambung mu telah merintih kesakitan, ia telah merasakan perih yang amat sangat. Lihatlah dan perhatikan dirimu,, ku tau kamu telah kesakitan, ku tau kamu telah lapar, tapi entah apa yang membuatmu enggan membuka mulut untuk sesuap nasi yang akan mengubah raut wajahmu yang sungguh sangat lesuh, putih pucat dan tidak bergairah,,,,
,,,,
Air mata itu selalu saja membasahi pipimu,, jemarimu telah bergetar,telah dingin tubuhmu,, terdegar suara rintihan perutmu, namun sepertinya kau tidak peduli akan itu,,,
Kini malam telah menyapa, kau masih saja bertahan disitu,, masih dengan posisi yang sama,,
Waktu telah berlalu dan meninggalkan mu,, dan kau masih berada di tempat yang sama dengan embun yang masih setia membasahi pipi itu,,
Sudahlah,,
Tidakkah kau berniat untuk mencicipi keadaan di luar sana, agar sedikit mengurangi sakit yang kau rasakan saat ini, sakit yang enatah kapan pulih ,,
Cobalah untuk menyapa, cobalah untuk tersenyum,, pergilah bersama mereka yang akan membuatmu bahagia,,
Tidak kah kau tertarik akan itu, , ,
,,,
Kini malam mulai larut,, dan kamu masih di posisi yang sama,,
Berhentilah menuliskan keluahan mu itu, berhentilah menuliskan kesedihan mu,, tangan mu telah lelah, kau tak akan sekuat sebelumnya tanpa nutrisi,,
Kenapa kau hanya diam dan terus menulis,, tidak, tidak, tidak, tidak ada lagi kata yang akan ku ucapakan,, kau hanya diam diam diam,,
Sungguh,,
Kau tak lagi peduli dengan dirimu sendiri, berhentilah,, ku mhon berhentilah,, istirahatlah,, kini telah larut tidak kah kau lelah,,?
Berhentilah,,
Berhentilah,,
Baik, ku hentikan.!
Hanya itu,? Hanya itu kata yang kau lontarkan, setelah beberapa jam kau diam membisu, sungguh kau menyakitkan, lihatlah dirimu ini,,
Pelipis mu telah hitam menahan kantuk, air mata mu telah kering,,, apa yang kau inginkan,, tidakkah kau kasihan dengan dirimu,,?
Aku leleh, diamlah.!
Tidurlah, mimpilah yang indah agar kau berbahagia esok hari,, tidurlah,,
Tidurlah,,
Walau ku tau kau lapar, ku tau kau merasa sakit yang amat sangat, ku tau itu, ku khawatir melihatmu, namun betapapun tidurlah semoga kau merasa tenang.

Rembulan telah padam,,
Parepare, 21 Mei 2014


Tidak ada komentar:

Posting Komentar